Kamis, 15 Maret 2018

MasA Nifas Normal


MASA NIFAS NORMAL

A. Pengertian

Periode post partum ( puerperium ) atau juga sering disebut masa nifas adalah masa sejak ibu melahirkan bayi ( bayi lahir ) sampai 6 minggu ( 42 hari ) kemudian. Kadang juga disebut masa trimester IV ( Piliteri, 1998 ).

B. Implikasi Keperawatan

Pada masa nifas terjadi perubahan dalam hal fisik dan psikologis ibu berkaitan dengan perubahan kondisi dari hamil, melahirkan dan adanya bayi yang baru sebagai anggota keluarga. Kondisi akan sangat kompleks bila terjadi perubahan yang tidak diinginkan, misalnya tindakan bantuan pertolongan persalinan dengan alat, operasi, kematian/kecacatan bayi, kelahiran anak pertama, kelahiran yang tidak diinginkan dsb. Kondisi ini menuntut peran perawat yang komprehensif untuk membantu dan menfasilitasi adaptasi ibu pada masa nifas, proses pengembalian fungsi (involusi uterus dan vagina, serta organ reproduksi lain) secara retrogresif sekaligus perawatan bayi secara menyeluruh. Jadi dalam masa nifas ada dua aspek yang harus diperhatikan perawat yaitu ibu (keluarga) dan bayi.
C. Perubahan Fisiologis
Selama masa nifas ibu akan mengalami beberapa perubahan dalam tubuhnya sebagai berikut ;
  1. Rahim : secara berangsur-angsur menjadi kecil sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil
  2. Luka-luka pada jalan lahir akan sembuh dalam 6-7 hari bila tidak disertai infeksi
  3. Rasa mules yang disebabkan oleh kontraksi rahim,biasanya berlangsung 2-3 hari setelah persalinan
  1. Keluarnya cairan yang berasal dari jalan lahir
Pada 2 hari setelah persalinan akan keluar cairan yang berupa darah segar yang berwarna merah dan sisa air ketuban (lochea rubra). Pada hari ke 3-7 cairan akan berwarna merah kekuningan (lochea serosa) berisi darah dan lendir. Pada hari ke 7-14 cairan akan berwarna kuning dan tidak ada darah lagi. Setelah 2 minggu cairan berwarna bening. Apabila selama masa tersebut dijumpai cairan nanah berbau busuk berarti terjadi infeksi.
  1. Ibu memulai tugas baru yaitu menyususi bayi
6.Ibu mulai menstruasi kembali.

D. Komplikasi Masa Nifas

  1. Perdarahan
  2. Infeksi
  3. Gangguan psikologis : depresi
  4. Gangguan involusi uterus

E. Penatalaksanaan

Pada post partum normal dengan bayi normal tidak ada penatalaksanaan khusus. Pemberian obat obatan hanya diberikan pada ibu yang melahirkan dengan penyulit, terutama pada ibu anemia dan resiko infeksi dengan pemberian anti biotic dan obat-obat roboransia seperti suplemen vitamin, demikian juga pada bayi obat-obatan biasanya diberikan untuk tindakan profolatif, misalnya vit K untuk mencegah perdarahan, antibiotik untuk mencegah infeksi.

F. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa Keperawatan pada postpartum tergantung kondisi ibu saat itu dan hal ini berkaitan dengan fase dimana ibu berada. Kemungkinan diagnosa keperawatannya adalah sbb :
1. Risiko terjadi kekurangan cairan sehubungan dengan kehilangan darah.
2. Perubahan pola eliminasi urin sehubungan dengan nyeri perineum / trauma saluran kemih.
3. Perubahan eliminasi BAB: Konstipasi sehubungan dengan kurangnya mobilisasi / Diet yang tidak seimbang/ trauma persalinan.
4. Nyeri Akut sehubungan dengan peregangan perineum/luka episiotomi/Involusi uteri/hemoroid/pembengkakan payudara.
5. Risiko infeksi berhubungan dengan trauma jalan lahir
6. Harga diri rendah sehubungan dengan belum pengalaman dalam persalinan dan merawat bayi.
7. Risiko perubahan parenting sehubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang cara merawat bayi.
8. Menyusui tidak efektif sehubungan dengan kurang pengetahuan tentang perawatan payudara/ cara menyusui.
Perawat juga harus selalu memonitor adanya komplikasi seperti :
Ø Perdarahan postpartum
Ø Gangguan mood
Ø Infeksi postpartum
Dan komplikasi lain yang membutuhkan kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya.
G. PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI
Kebutuhan klien tergantung pada kebutuhannya, perawat dalam membuat perencanaan tergantung pada :
Ø Kondisi ibu dan bayi
Ø Antisipasi lamanya perawatan ibu dan bayi
Ø Kemungkinan ayah terlibat dalam perawatan dan pendidikan kesehatan.
Tujuan dari perawatan ibu postpartum antara lain :
1.   Ibu Bebas dari infeksi
2.   Ibu Menunjukkan fungsi eliminasi (BAB dan BAK) yang normal
3.   Ibu Mendapat istirahat yang cukup
4.   Ungkapan verbal tentang kenyamanannya yang terpenuhi, bebas dari injury
5.  Menunjukkan involusi yang normal dan perubahan pengeluaran lochea tanpa perdarahan.
6.    Dapat mengungkapkan perasaannya tentang pengalaman persalinannya.
7.      Mampu menyusui dengan benar
8.      Menunjukkan kemampuan dalam merawat bayi dan dirinya sendiri.
Implementasi meliputi monitor dan perawatan secara langsung, seperti :
1.      Monitor tanda-tanda vital
2.      Monitor dan meningkatkan tonus uterus secara optimal
3.      Monitor pengeluaran lochea
4.      Monitor ekstremitas dari thrombophlebitis
5.      Meningkatkan pemulihan fungsi-fungsi tubuh, yaitu fungsi kandung kemih, gastrointestinal.
6.      Meningkatkan istirahat dan kenyamanan
7.      Memberikan perawatan perineum dan rektum
8.      Meningkatkan perawatan payudara
9.      Meningkatkan adaptasi psikologis
10.  Meningkatkan kemampuan sebagai orang tua
11.  Meningkatkan adaptasi keluarga.

H. Tujuan Perawatan Masa Nifas

1. Menjaga ibu dan bayinya baik fisik maupun psikologis
2. Melaksanakan skrinning yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
4. Memberikan pelayanan KB.

I. Program Perencanaan dan Pelaksanaan


Kjgn
Waktu
Tujuan
1 6-8 jam post partum § Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
§ Mendetaksi dan merawat penyebab lain perdarahan, Rujuk bila perdarahan berlanjut.
§ Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan karena atonia uteri.
§ Pemberian ASI awal
§ Membina hubungan antara ibu dan bayinya.
§ Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia.
2 6 hari post partum · Memastikan involusi uteri berjalan normal: uterus berkontraksi, fundus di bawah pusat, tak ada perdarahan abnormal, tak ada bau.
· Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal.
· Memastikan ibu mendapatkan makanan, cairan dan cukup istirahat.
· Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit.
· Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari.
3 2 minggu post partum Sama seperti di atas ( 6 hari post partum)
4 6 minggu post partum Ø Menanyakan kepada ibu tentang penyulit-penyulit yang dialami pada ibu maupun pada bayinya.
Ø Menberikan konseling untuk KB

J. Tindakan Pada Ibu Nifas Normal

TINDAKAN DISKRIPSI DAN KETERANGAN
1. Kebersihan diri · Anjurkan kebersihan seluruh tubuh. Menganjurkan ibu tentang bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air.
· Sarabkan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya 2 kali dalam sehari.
· Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya.
· Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu menghindari menyentuh daerah luka.
2. Istirahat · Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan berlebihan
· Sarankan untuk kembali kegiatan-kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan, serta tidur siang atau beristirahat saat bayinya tidur
· Apabila kurang istirahat dapat mempengaruhi: Jumlah produksi ASI, memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan, menyebabkan depresi dan ketidakmampuan merawat bayi dan dirinya.
3. Latihan · Diskusikan tentang pentingnya latihan beberapa menit setiap hari akan sangat membantu. Dengan tidur terlentang lengan di samping, menarik otot perut selagi menarik napas, tahan napas ke dalam dan angkat dagu ke dada tahan satu hitungan sampai 5, rileks dan ulangi sampai 10 kali.
· Untuk memperkuat tonus otot vagina dengan latihan Kegel.
· Berdiri dengan tungkai dirapatkan, kencangkan otot-otot pantat dan pinggul tahan sampai hitungan 5, kendurkan dan ulangi latihan sebanyak 5 kali.
4. Gizi · Ibu menyusui harus:
· Mengkonsumsi tambahan kalori tiap hari
· Diit berimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vit yang cukup.
· Minum sedikitnya 3 liter / hari
· Tablet zat besi setidaknya selama 40 hari post partum
· Kapsul vitamin A (200.000 Ui) agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI.
5.Perawatan Payudara · Menjaga payudara tetap bersih dan kering
· Memakai BH yang benar-benar menyokong buah dada, tidak boleh terlalu ketat atau kendor.
· Apabila putting susu lecet oleskan colostrom atau ASI yang keluar pada sekitar putting susu setiap kali menyusui.
· Apabila lecet lebih parah dapat diistirahatkan selama 24 jam. ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan memakai sendok.
· Untuk menghilangkan nyeri minum Paracetamol 1 tablet setiap 4 – 6 jam.
· Apabila payudara bengkak lakukan:
ü Kompres payudara dengan kain basah dan hangat kira-kira 5 menit
ü Urut payudara ( seperti Breast Care).
ü Keluarkan ASI sebagian di bagian depan payudara.
ü Susukan bayi setiap 2 – 3 jam sekali
ü Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui.
ü Payudara dikeringkan.
6. Hubungan perkawinan atau Rumah Tangga § Secara fisik aman untuk melakukan hubungan seksual begitu darah merah berhenti dan ibu dapat menilai dengan memasukkan 1 – 2 jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri.
§ Tetapi ada tradisi dan aturan agama tertentu baru boleh melakukan hubungan seksual setelah 40 hari.
7. Keluarga Berencana · KB dilakukan sebelum haid pertama setelah persalinan. Penjelasan tentang KB adalah sebagai berikut:
· Bagaimana metode KB dapat mencegah kehamilan dan efektifitasnya.
· Kelebihan dan keuntungan KB
· Efek samping
· Bagaimana memakai metode yang benar
· Kapan metode itu dapat dimulai dipakai untuk wanita post partum.

K. Tindakan Pada Bayi Persalinan Normal

TINDAKAN DISKRIPSI DAN KETERANGAN
1.Kebersihan Ø Basuh bayi dengan kain/ busa setiap hari
Ø Bayi yang baru lahir tidak boleh dimandikan sepenuhnya sampai tali pusatnya kering dan pangkalnya telah sembuh.
Ø Setiap kali bayi BAB atau BAK bersihkan bagian perianal dengan air dan sabun serta kering dengan baik.
2.Menyusui Ø Menyusui dilakukan dalam 2 jam pertama
Ø Bayi disusui ASI selama 4 bulan.
Ø ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi.
3.Tidur Baringkan bayi ke samping atau terlentang ( jangan pakai bantal).
4.Ujung Tali Pusat Ø Ujung talu pusat dijaga bersih dan kering.
Ø Mencuci sekitar tali pusat setiap hari
Ø Mengompres alkohol 70% 1-2 kali sehari.
Ø Bila telah pulang di rumah, anjurkan agar ibu melaporkan ke petugas kesehatan bila tali pusat berbau, ada kemerahan di sekitarnya atau mengeluarkan cairan.
5.Imunisasi Dalam waktu 1 minggu pertama berikan imunisasi BCG, vaksin Polio oral dan Hepatitis B.

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, L.J. 2000. Nursing Diagnosis : Application to Clinical Practice.Edisi VIII, Philadelphia, Lippincot Company, USA
Mahlmeister.L.R. dan Katharyn A.M. 1990. Comprehensive Maternity Nursing : Nursing Process and the Childbearing Family. Edisi II, Philadelphia, Lippincot Company.
Piliteri, A.1998. Maternal and Child Health Nursing : care of Childbearing and childbearing Family, Edisi III, Philadelphia, Lippincot Company, USA.
Doenges, M.E. dan Moorhouse, M.F. 2001. Rencana Perawatan Maternal/Bayi : Pedoman untuk Perencanaan dan Dokumentasi Perawatan Klien, Edisi II, EGC, Jakarta.
Gordon et.al,2001,Nursing Diagnoses : Definition and Clasification 2001-2002,Philadelphia,USA.
Mochtar Rustam,1998,Sinopsis Obstetri fisiologi dan Obstetri Patologi,Penerbit EGC,Jakarta.

Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.
Sumber : http://askepayaniyogyakarta.blogspot.co.id/2015/11/masa-nifas-normal.html

Seluk beluk hamil mudah

Seluk beluk seputar Hamil Muda pada Wanita
Terkadang ibu ataupun suami yang baru menikah tidak sadar bahwa dalam perut sang ibu sudah terdapat janin kecil sebagai tanda awal kehamilan atau hamil muda. Karena memang banyak pasangan yang baru menikah kurang memahami berbagai gejala awal-awal kehamilan. Padahal sigap mengetahui kehadiran sang buah hati sangatlah perlu, baik untuk  suami maupun isteri dalam mempersiapkan berbagai hal demi menjaga kehamilan agar tetap sehat dan lancar sejak awal hamil muda. Pada artikel ini kami akan coba memaparkan berbagai informasi yang perlu anda ketahui seputar hamil muda pada ibu.

Tanda-Tanda Hamil Muda

Memang saat ini telah hadir berbagai alat-alat tes kehamilan yang bisa gunakan, atau Anda bisa pergi ke rumah sakit untuk melakukan  tes darah yang hasilnya lebih akurat untuk mengetahui ada atau tidaknya buah hati dalam perut. Namun sebelum Anda mengeluarkan uang, seyogyanya suami atau isteri harus terlebih dulu mengenali berbagai tanda-tanda kehadiran si jabang bayi. Berikut ini ditampilkan berbagai tanda-tanda hamil muda :

#1 Payudara yang membesar dan terasa lembut

Payudara yang naik dua atau tiga ukuran saat hamil disebabkan karena meningkatnya produksi hormon estrogen dan progesteron. Memang perubahan ukuran payudara ini agak sedikit kurang mengenakan bagi beberapa calon ibu, karena ada yang mengeluhkan nyeri saat disentuh dan agak gatal. Namun, tidak semua wanita mengalami hal ini. Selain itu, secara kasat mata terlihat puting menjadi lebih besar dan areola (lingkaran cokelat disekitar puting) warnanya terlihat lebih gelap.

#2 Bentuk Tubuh yang Berubah

Dalam usia kandungan mencapai 12 minggu (trimester awal = dalam 3 bulan), berat badan wanita akan naik sekitar 1.4 – 2.8 kg, ini adalah hal umum.  Kenaikan berat badan ini terjadi karena wanita biasanya tubuhnya akan membengkak pada lengan, paha dan bagian bokong. Untuk melihat perubahan bentuk tubuh ini diperlukan ketelitian bagi wanita atau pasangan. Jika berat badan Anda naik dari batas normal diatas, perbanyaklah melakukan aktivitas fisik seperti berkebun, membersihkan rumah, jalan-jalan setiap akhir pekan.

#3 Sering buang air kecil

Di awal-awal kehamilan memang bayi masih cukup kecil, namun rahim secara alami membesar karena menyiapkan ruang yang enak untuk perkembangan si jabang bayi. Rahim yang membesar ini membuat kandung kemih tertekan sehingga wanita akan sering bolak-balik kamar mandi.

#4 Mual / Morning Sickness

Gejala mual biasanya disertai muntah. Sebenarnya mual ini adalah gejala yang hampir mendatangi sebagai besar wanita hamil, ini terjadi karena adanya perubahan hormon dalam tubuh. Biasanya mual ini akan terasa parah pada pagi hari, maka itulah disebut Morning Sickness. Untuk mual ini dapat diatasi dengan asupan vitamin B6 atau mengasup olahan Jahe.

#5 Susah Buang Air Besar

Umumnya wanita harus sering-sering ke kamar mandi karena ingin pipis, namun untuk buang air besar biasanya susah sekali. Hal ini dikarenakan hormon progesteron meningkat sehingga menyebabkan kontraksi otot halus melambat.

#6 Mudah Lelah

Saat ada si janin, tubuh wanita akan bekerja lebih keras untuk mendukung pertumbuhan si buah hati. Karena itulah, wanita akan merasakan kelelahan lebih dari biasanya. Beristirahatlah saat merasa lelah dan tingkatkan pula zat besi agar sang ibu tidak menjadi anemia dan membuat kelelahan yang lebih lagi.

#7 Sensitif Terhadap Bau

Wanita akan merasa tidak tahan pada berbagai bau, walaupun itu bau makanan. Banyak terjadi kasus, wanita menjadi tidak mau makan makanan yang biasanya ia santap karena mencium baunya, mereka lebih menyuka makanan yang menjadi favoritnya sejak kecil. Untuk menghindari mual hingga muntah gara-gara bau, sebaiknya menghindari berbagai bau yang kurang enak di sekitar rumah. Hal ini dilakukan untuk ibu juga, agar makanan yang telah masuk tidak dikeluarkan kembali.

#8 Perubahaan Suasana Hati (mood)

Terkadang untuk masalah sepele, seorang wanita menjadi lebih mudah terbawa perasaan. Penyebab ini karena tubuh yang tidak enak karena perubahaan hormon serta mudahnya kelelahan menghampiri wanita, yang menyebabkan wanita agak sedikit berubah dari biasanya. Jadi bagi pasangan, harap maklum dan jangan membesar masalah yang sebenarnya sepele.
Itulah dia delapan tanda bahwa wanita sedanga hamil muda. Jika merasa adanya tanda-tanda tersebut di tubuh Anda, sebaiknya pergi ke dokter untuk mengecek kondisi kehamilan plus kesehatan Anda agar gejala tersebut tidak merusak aktivitas harian atau malah mengganggu kehamilan Anda yang masih muda. 

Makanan yang Perlu Dikonsumsi saat Hamil Muda

Hamil Muda dapat diumpakan sebagai pondasi dalam tumbuh kembang buah hati Anda. Hal ini tidaklah berlebihan sebab pertumbuhan awal janin terjadi pada saat kehamilan muda. Nah untuk mendukung agar janin tumbuh secara sehat dan baik, orang tua perlu tahu asupan makanan apa saja yang penting dikonsumsi saat hamil muda.

#1 Makanan yang mengandung asam folat

Bayam, Kangkung, Sawi, Brokoli, kubis atau kol, pisang, alpukat, jeruk, pepaya, kentang, sereal, hati ayam atau hati sapi, dan kacang-kacangan adalah beberapa sumber makanan yang mengandung asam folat. Asam Folat ini sendiri merupakan vitamin yang digunakan untuk pertumbuhan sel-sel baru yang dibutuhkan untuk perkembangan si janin. Sayangnya karena tubuh tidak menyimpan asam folat, maka Anda harus mengasup makanan yang telah disebutkan tadi.

#2 Karbohidrat, Kalori dan Protein

Karena tubuh bekerja keras dalam memberikan kondisi yang nyaman bagi buah hati untuk berkembang dan selain itu terjadinya proses pertumbuhan tubuh si janin itu sendiri maka penting untuk ibu hamil muda mulai sedikit menambah asupan makanannya. Hal ini mencegah sang ibu mudah lemas dan agar berat tubuh si janin selalu dalam kondisi normal. Menurut dr Hari Nugroho SpOG  dari RSUD Dr Soetomo, Surabaya, pada kondisi hamil setidaknya seorang wanita membutuhkan karbohidrat 175 gram /hari, protein 1,1 gram/hari dan total kalori yang meningkat sekitar 350-450 kkal dibanding saat tidak hamil. Untuk sumber karbohidrat, bisa didapatkan dari nasi atau umbi-umbian dan protein didapat dari sayuran atau olahan produk hewani.

#3 Kalsium

Banyak para wanita hamil mengeluhkan sakit punggung, beberapa dokter menduga penyebab sakit punggung ini karena wanita hamil kurang mengasup kalsium dalam jumlah cukup. Saat hamil, janin akan menggunakan kalsium yang diasup sang ibu untuk pembentukan tulang dan gigi.

#4 Vitamin A, B, C, D, E dan K

Tidak hanya saat hamil, mengasup vitamin lengkap setiap hari adalah sebuah keharusan jika ingin membuat tubuh sehat. Jika Anda saat ini tengah hamil muda maka menjaga kesehatan ibu dan buah hati yang ada dalam kandungan semakin penting untuk ditekankan. Anda bisa membeli susu hamil untuk melengkapi kebutuhan vitamin ini. Jika ingin alternatif, Anda bisa mengkonsumsi sayuran berwarna hijau atau orange (Vit A, Vit B2, Vit B3, Vit K), kacang-kacangan (Vit B1, Vit B3), Daging/hati (VitA, Vit B3, Vit B6, B12), Sereal / Gandum (Vit B1, Vit B3, Vit B6, Vit E), Buah-buahan (Vit B5, Vit C) serta sinar matahari (Vit D).

#5 Zat Besi

Untuk menghindari anemia saat kehamilan yang dapat mengganggu janin dan memastikan bahwa darah yang mengangkut oksigen (hemoglobin) bekerja secara optimal sehingga tidak timbul pusing saat hamil maka penting untuk mengasup zat besi ini. Kebutuhan zat besi setiap hari harus 30 mg/hari. Zat besi biasanya terdapat pada daging, ikan dan susu.

#6 Lemak Omega 3

Ada penelitian yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi lemak omega 3 saat hamil akan membuat bayi cerdas. Oleh karena itu, banyak iklan-iklan produk susu hamil yang menampilkan nutrisi ini. Selain susu, sebenarnya lemak omega 3 ini dapat ditemukan pada ikan (terutama sarden, mackerel salmon), biji-bijian (biji labu kuning dan biji bunga matahari atau kuaci).

Saat Hamil Muda, Hindari Beberapa Hal Ini.

Selain menjaga asupan makanan yang penting untuk si janin, ada beberapa hal perlu diperhatikan agar kondisi kandungan tetap sehat. Karena walaupun Anda menjaga asupan dengan baik tapi melakukan beberapa hal dibawah ini ditakutkan akan terjadi keguguran. Mari kita simak beberapa hal yang harus dihindari di masa awal-awal hamil.

#1 Sebaiknya Seks Dikurangi

Seks saat awal-awal kehamilan sebenarnya agak berisiko karena akan timbul kontraksi di saluran kelahiran yang dapat menyebabkan keguguran spontan. Hal ini dikarenakan kondisi rahim masih lemah di usia kehamilan muda. Selain itu perlu diperhatikan pula akan posisinya, sebaiknya wani ta menghindari perutnya tertindih dan perlu melakukan koitus interuptus, yaitu ejakulasi sperma di luar vagina. Ahli kesehatan dr. Rifsia Ajani mengungkapkan alasannya, “Sebab sperma mengandung prostaglandin yaitu zat yang bisa merangsang kontraksi uterus, sehingga bisa menyebabkan keguguran,” ujar Rifsia.

#2 Hindari Rokok dan Alkohol

Kedua hal ini bersifat racun di dalam tubuh, sebaiknya Anda untuk sementara berhenti merokok atau minum alkohol saat hamil muda. Bagi suami yang merokok, hindarilah berdekatan dengan sang isteri.

#3 Jauhkan Stres dan Kendalikan Emosi

Bagi yang saat ini pertama kali hamil, masa yang paling tidak mengenakan adalah awal-awal kehamilan. Mual dan mudah lelah menjadi pemicu emosi wanita turun naik. Pikirkanlah hal yang bahagia di awal kehamilan, bermeditasi dan semakin mendekatkan diri pada Tuhan sangat membantu Anda terhindar dari stres dan emosi tak terkontrol.

#4 Jangan Sembarangan Konsumsi Suplemen, Multivitamin, Obat dan Zat-zat Kimia Lainnya

Ketika ada keluhan sakit saat hamil, sebaiknya konsultasikan kepada dokter yang berpengalaman. Sebab saat hamil wanita tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, perlu juga memikirkan dampak pada buah hatinya didalam perut.

#5 Hindari Aktivitas Berat.

Aktivitas berat seperti mengangkat barang-barang atau melakukan olahraga lari/ aerobic high impact dapat membuat wanita kelelahan berlebihan. Padahal saat awal-awal kehamilan, tubuh wanita akan bekerja dengan keras untuk menyiapkan pertumbuhan si janin. Maka dari itu, hindari aktivitas berat dan jangan takut minta tolong kepada suami Anda.

#6 Jangan Gunakan Pakaian Ketat dan Tidak Lentur

Perut wanita saat hamil tidak boleh tertekan, sebab seperti disebutkan sebelumnya bahwa rahim masih lemah ketika hamil muda. Gunakanlah pakaian longgar dan elastis merupakan jalan terbaik karena tidak mengganggu perkembangan janin. Tidak hanya pakaian luar saja, bra dan celana dalam juga sebaiknya harus mempertimbangkan kenyamanan sang ibu.
Itulah dia tiga artikel tentang mengetahui dan menjaga wanita saat hamil muda. Mudah-mudahan bermanfaat untuk menjaga tumbuh kembang buah hati selalu baik hingga saat kelahiran tiba dan juga untuk menjaga sang ibu selalu sehat dan fit.

Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Sumber :http://www.tokobajuhamil.com/artikel_seluk_beluk_seputar_hamil_muda_pada_wanita

kegiatan yang dilakukan menjelang persalinan

10 Kegiatan yang dilakukan Menjelang Persalinan

Hindari rasa cemas yang berlebih apabila ketakutan anda menjelang persalinan. Anda dapat menghindari informasi dan pemberitaan yang negatif mengenai proses persalinan. Selain itu lakukan kegiatan yang menyenangkan yang membuat anda lebih tenang menghadapi persalinan.
Berikut inilah yang dapat membuat mempersiapkan persalinan semakin menyenangkan :

1. Berbelanja Kebutuhan Bayi

Ibu senang berbelanja meskipun sedang hamil. Ibu hamil dapat berbelanja kebutuhan bayi, pernak pernik yang lucu dan menggemaskan akan membuat belanja anda lebih menyenangkan. Perhatikan kondisi kesehatan anda jangan sampai terganggu karena kelelahan berbelanja.

2. Berkunjung dan Berbagi dengan Teman

Bagi anda yang sudah lama tidak berkunjung dengan teman lama. Anda dapat berkunjung dan berbagi pengalaman dengan teman lama. Apalagi bila teman anda sudah melalui persalinan. Anda dapat meminta teman anda untuk berbagi kebahagian mengenai proses persalinan. Mintalah tips yang menyenangkan ketika proses persalinan.

3. Yoga

Salah satu yang menyenangkan dan memberikan manfaat untuk persiapan persalinan anda adalah dengan melakukan latihan yoga. Yoga akan membantu dalam bernafas dan rileks. Teknik yoga yang dirancang oleh ibu hamil dapat dipersiapkan menjelang persalinan. Dengan yoga akan membuat ampuh dan melancarkan proses persalinan dan meningkatkan stamina.

4. Manjakan diri

Berikan waktu yang bisa memanjakan diri. Ibu hamil di trimester akhir kehamilan seringkali disibukan dengan perlengkapan dan mengurus persalinan. Penampilan yang kurang diperhatikan dan rasa lelah yang berlebihan dapat anda manjakan dengan menyediakan waktu untuk memanjakan diri selama kehamilan.

5. Banyak Membaca

Ibu hamil harus banyak membaca dengan mendapatkan informasi mengenai persalinan dan merawat bayi akan menambah wawasan yang semakin luas bagi calon ibu. Anda dapat membeli buku yang dibutuhkan bahkan dapat sharing dengan dokter kandungan untuk mendapatkan informasi.

6. Persiapkan Keuangan anda

Anda dapat mempersiapkan kewajiban dan prioritas utama untuk pertumbuhan bayi anda. Anda dapat memulainya dari mempersiapkan budget kelahiran dan pastikan anda memiliki cadangan untuk kemungkinan yang tidak terduga.

7. Album Bayi

Menyenangkan apabila anda dapat mengabadikan setiap momen dengan buah hati anda. Persiapkan konsep album bayi anda. Bahkan anda dapat memulai mengabadikan sebelum kelahiran bayi anda barang barang yang sudah anda persiapkan untuk bayi anda.

8. Nonton Film

Anda dapat memanjakan diri dengan menonton film di rumah. Anda dapat membeli atau menyewa film yang ingin ditonton bahkan ketika anda bersama dengan suami. Anda dapat memilih jenis film komedi atau drama romantis dan menikmati waktu senggang dengan suami. Dengan tersenyum dan tertawa akan mengendorkan rasa yang takut dan tegang menjelang persalinan.

9.Lakukan Gerakan Ringan

Anda dapat melakukan gerakan ringan ketika waktu senggang. Adapun gerakan yang dapat anda lakukan adalah denga mengikuti cara cara dibawah ini :
  • Anda dapat mengambil posisi berdiri dengan badan tegap dan dagu yang terangkat. Bahkan anda dapat menjaga pundak dan punggung ibu tetap rileks dan mengunci lutut.
  • Ketika berbaring maka selipkan bantal dibawan tungkai dan sandarkan kepala ibu hamil ke bantal. Ini posisi yang akan membantu mengurangi nyeri pinggang yang dialami oleh ibu hamil.
  • Duduklah dengan badan tegak dan membagi berat badan secara merata. Anda dapat menggunakan sandaran kaki apabila diperlukan. Kemudian pijakan kaki ibu hamil ke lantai, sebaiknya hindari posisi duduk yang terlalu lama hingga melebihi 30 menit.
  • Ketika ibu akan berdiri dari posisi duduk sebaiknya membungkuk ke depan. Sehingga beberapa kali pergelangan otot ibu tidak mengalami kekakuan
  • Ibu yang akan mengikuti gerakan memutar arah dalam posisi duduk maka ibu dapat memuntir pinggang sambil duduk dengan sangat hati-hati dan tidak mengganggu kehamilan.

10. Rileks hindari tegang

Anda dapat melakukan rileks dan hindari tegang menjelang persalinan. Anda mulai berlatih bernafas sehingga beberpa olahraga seperti senam akan membantu dalam mempersiapkan persalinan yang rileks dan terhindar dari tegang. Anda tidak perlu memikirkan hal negatif proses persalinan orang lain karena kondisi setiap ibu memiliki perbedaan dan anda akan senantisa melaluinya dengan rileks dan tenang.

Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Sumber : https://bidanku.com/kegiatan-yang-bisa-dilakukan-menjelang-persalinan

Masalah kesehatan reproduksi remaja

Berikut ini adalah beberapa masalah yang dialami rema masa kini ;
a. Hamil yang Tidak Dikehendaki
Kehamilan yang tidak dikehendaki (Unwanted pregnancy) merupakan salah satu akibat dari kurangnya pengetahuan remajamengenai perilaku seksual remaja. Faktor lain penyebab semakin banyaknya terjadi kasus kehamilan yang tidak dikehendaki (unwanted pregnancy) yaitu anggapan-anggapan remaja yang keliru seperti kehamilan tidak akan terjadi apabila melakukan hubungan seks baru pertama kali, atau pada hubungan seks yang jarang dilakukan, atau hubungan seks dilakukan oleh perempuan masih muda usianya, atau bila hubungan seks dilakukan sebelum atau sesudah menstruasi, atau hubungan seks dilakukan dengan menggunakan teknik coitus interuptus (senggama terputus)
          Kehamilan yang tidak dikehendaki (unwanted pregnancy) membawa remaja pada dua pilihan yaitu melanjutkan kehamilan kemudian melahirkan dalam usia remaja (early childbearing) atau menggugurkan kandungan merupakan pilihan yang harus remaja itu jalani. Banyak remaja putri yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan (unwanted pregnancy) terus melanjutkan kehamilannya.
          Menurut Affandi (1995) cit Notoatmodjo (2007) konsekuensi dari keputusan untuk melanjutkan kehamilan adalah melahirkan anak yang dikandungnya dalam usia yang relatif muda. Hamil dan melahirkan dalam usia remaja merupakan salah satu faktor resiko kehamilan yang tidak jarang membawa kematian ibu. Kematian ibu yang hamil dan melahirkan pada usia kurang dari 20 tahun lebih besar 3-4 kali dari kematian ibu yang hamil dan melahirkan pada usia 20-35 tahun. Dari sudut kesehatan obstetri, hamil pada usia remaja dapat mengakibatkan resiko komplikasi pada ibu dan bayi antara lain yaitu terjadi perdarahan pada trimester pertama dan ketiga, anemia, preeklamsia, eklamsia, abortus, partus prematurus, kematian perinatal, berat bayi lahir rendah (BBLR) dan tindakan operatif obstetri (Sugiharta, 2004) cit (Soetjiningsih, 2004).
b. Aborsi
            Aborsi (pengguguran) berbeda dengan keguguran. Aborsi atau pengguguran kandungan adalah terminasi (penghentian) kehamilan yang disengaja (abortus provokatus). Abortus provocatus yaitu kehamilan yang diprovokasi dengan berbagai macam cara sehingga terjadi pengguguran. Sedangkan keguguran adalah kehamilan berhenti karena faktor-faktor alamiah (abortus spontaneus) (Hawari, 2006). Data yang tersedia dari 1.000.000 aborsi sekitar 60,0% dilakukan oleh wanita yang tidak menikah, termasuk para remaja. Sekitar 70,0- 80,0% merupakan aborsi yang tidak aman (unsafe abortion). Aborsi tidak aman (unsafe abortion) merupakan salah satu faktor menyebabkan kematian ibu.
            Menurut Hawari (2006), aborsi yang disengaja (abortus provocatus) ada dua macam yaitu pertama, abortus provocatus medicalis yakni penghentian kehamilan (terminasi) yang disengaja karena alasan medik. Praktek ini dapat dipertimbangkan, dapat dipertanggungjawabkan dan dibenarkan oleh hukum. Kedua, abortus provocatus criminalis, yaitu penghentian kehamilan (terminasi) atau pengguguran yang melanggar kode etik kedokteran, melanggar hukum agama, haram menurut syariat Islam dan melanggar Undang-Undang (kriminal).

c. Penyakit Menular Seksual (PMS)
            Penyakit menular seksual merupakan suatu penyakit yang mengganggu kesehatan reproduksi yang muncul akibat dari prilaku seksual yang tidak aman. Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan penyakit anak muda atau remaja, karena remaja atau anak muda adalah kelompok terbanyak yang menderita penyakit menular seksual (PMS) dibandingkan kelompok umur yang lain. PMS adalah golongan penyakit yang terbesar jumlahnya (Duarsa, 2004) cit (Soetjiningsih, 2004) Remaja sering kali melakukan hubungan seks yang tidak aman, adanya kebiasaan bergani-ganti pasangan dan melakukan anal seks menyebabkan remaja semakin rentan untuk tertular Penyakit Menular Seksual (PMS), seperti Sifilis, Gonore, Herpes, Klamidia. Cara melakukan hubungan kelamin pada remaja tidak hanya sebatas pada genital-genital saja bisa juga orogenital menyebabkan penyakit kelamin tidak saja terbatas pada daerah genital, tetapi juga pada daerah-daerah ekstra genital (Notoatmodjo, 2007).
            Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya resiko penularan penyakit menular seksual (PMS) pada remaja adalah faktor biologi, faktor psikologis dan perkembangan kognitif, perilaku seksual, faktor legal dan etika dan pelayanan kesehatan khusus remaja.

d. HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus and Acquired Immunodeficiency Syndrome)
            AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit dengan karakteristik defisiensi kekebalan tubuh yang berat dan merupakan manifestasi stadium akhir infeksi virus “HIV” (Tuti Parwati, 1996) cit (Notoatmodjo, 2007). HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah retrovirus RNA tunggal yang menyebabkan AIDS (Limantara, dkk, 2004) cit (Soetjiningsih, 2004). Menurut Limantara (2004) cit Soetjiningsih (2004) faktor yang beresiko menyebabkan HIV pada remaja adalah perubahan fisiologis, aktifitas sosial, infeksi menular seksual, prilaku penggunaan obat terlarang dan anak jalanan dan remaja yang lari dari rumah. Perubahan fisiologis yang dapat menjadi resiko penyebab infeksi dan perjalanan alamiah HIV meliputi perbedaan perkembangan sistem imun yang berhubungan dengan jumlah limfosit dan makrofag pada stadium pubertas yang berbeda dan perubahan pada sistem reproduksi.
            Aktifitas seksual tanpa proteksi merupakan resiko perilaku yang paling banyak pada remaja. Hubungan seksual dengan banyak pasangan juga meningkatkan resiko kontak dengan virus HIV. Ada tiga tipe hubungan seksual yang berhubungan dengan transmisi HIV yaitu vaginal, oral, dan anal.

Jenis-jenis penyakit yang menyerang Reproduksi Remaja
     Jenis-jenis penyakit yang menyerang reproduksi remaja antara lain:
  1. Gonorrhea (GO)
Penyakit yang disebabkan bakteri Neisseeria gonnorreheae, masa inkubasi atau masa tunasnya 2-10 hari sesudah kuman masuk ke tuuh melalui hubungan seks.
  1. Sifilis (Raja Singa)
Penyakit yang disebabkan kuman treponema Pallidum. Masa inkubasinya atau masa tunasnya 2-6 minggu, kadang-kadang sampai 3 bulan sesudah kuman masuk kedalam tubuh melalui hubungan seks. Setelah itu beberapa tahun dapat berlalu tanpa gejala.
  1. Herpes Genitalis
Penyakit yang disebabkan virus herpes simplex, dengan masa inkubasi atau masa tunasnya 4-7 hari sesudah masuk ke tubuh melalui hubungan seks.
  1. Trikomoniasis Vaginalis
Disebabkan oleh sejenis protozoa Trikomonas Vaginalis. Pada umumnya dikeluarkan melalui hubungan seks.
  1. Charcroid
Penyebabnya adalah bakteri Haemophilus ducrey, dan dikeluarkan melalui hubungan seksual.
  1. Klamida
Penyakit menular seksual ini disebabkan oleh Klamida trachomatis.
  1. Kondiloma akuminata Genital Warts (HPV)
Penyebabnya adalah virus Human Paipilloma.

 Penyebab timbulnya penyakit IMS/HIV yang menyerang kesehatan reproduksi remaja
  1. Hubungan seks dengan pasangan yang mengidap HIV, naik melalui vagina, dubur, maupun mulut.
  2. Jarum suntik dan alat-alat penusuk (tindik, tattoo, cukur kumis jenggot) yang tercemar HIV.
  3. Transfursi darah atau produk darah yang mengandung HIV.
  4. Ibu hamil yang mengidap HIV kepada bayi dalam kandungan.

  Cara menanggulangi penyakit IMS/HIV yang penyerang system reproduksi
  1. Hindari perbuatan-perbuatan yang beresiko untuk kehidupanmu kelak.
  2. Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menika.
  3. Berani menolak ajakan yang beresiko tertular PMS atau HIV/AIDS.
  4. Pilih teman yang berakhlak baik.
  5. Bagi remaja yang sudah menikah harus saling setia. Artinya tidak melakukanhubungan seksual dengan orang lain.
  6. Gunakannlah masa remajamu untuk hal-hal yang bermanfaat.

 Penanganan yang Dilakukan Untuk Mencegah Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja
      Penanganan yang dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan reproduksi remaja adalah melalui empat pendekatan yaitu institusi keluarga, kelompok sebaya (peer group), institusi sekolah dan tempat kerja. Institusi keluarga disini diharapkan orang tua harus mampu menyampaikan informasi tentang kesehatan reproduksi dan sekaligus memberikan bimbingan sikap dan prilaku kepada remaja.
      Peer group diharapkan mampu tumbuh menjadi peer educator yang diharapkan dapat membahas dan menangani permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Institusi sekolah dan tempat kerja merupakan jalur yang sangat potensial untuk melatih peer group ini, karena institusi sekolah dan tempat kerja ini sangat mempengaruhi kehidupan dan pergaulan remaja.
      Pendidikan kesehatan reproduksi akan membantu remaja untuk memiliki informasi yang akurat menyangkut tubuh serta aspek reproduksi dan seksual secara akurat, memiliki nilai-nilai positif dalam memandang tubuh serta aspek reproduksi dan seksual dan memiliki ketrampilan untuk melindungi diri dari resiko-resiko reproduksi dan seksual termasuk kemampuan memperjuangkan hak-hak remaja untuk sehat.

Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.


Sumber : http://www.platofoundation.com/detailacticle-38-masalah-kesehatan-reproduksi-remaja.html

Nutrisi Ibu Menyusui

Halodoc, Jakarta – Setelah melahirkan, bukan berarti ibu sudah tidak perlu lagi mengonsumsi makanan bergizi. Ibu yang menyusui masih perlu memenuhi kebutuhan nutrisi harian agar bisa menghasilkan ASI yang berkualitas untuk Si Kecil. Ingat, makanan yang ibu makan akan memengaruhi kesehatan Si Kecil. Jadi, dianjurkan agar tetap menjaga pola makan sehat selama menyusui.
Sebenarnya, secara alami ASI sudah mengandung seluruh nutrisi yang diperlukan bayi. Tapi, kuantitas dan kepekatan ASI sangat dipengaruhi oleh pola makan ibu. Agar ibu dapat mengonsumsi makanan sehat secara tepat, ibu perlu tahu nutrisi apa saja yang dibutuhkan selama menyusui. Berikut 4 jenis nutrisi yang sangat penting untuk ibu menyusui:
  1. Kalori
Secara umum, ibu menyusui membutuhkan 500 kalori lebih banyak dari yang tidak. Tapi ibu enggak perlu pusing menghitung jumlah kalori dari makanan yang ibu konsumsi setiap harinya, karena kebutuhan kalori setiap ibu juga berbeda. Ibu hanya perlu makan setiap rasa lapar muncul.
Sumber makanan berkarbohidrat:
Kebutuhan karbohidrat pastinya bisa ibu dapatkan dari nasi dan roti. Namun, agar nutrisi yang masuk ke tubuh ibu tidak semata-mata hanya karbohidrat saja, sesekali gantilah nasi dengan gandum utuh yang lebih kaya serat. Gandum utuh sangat baik untuk ibu dan bayi karena kaya akan asam folat. Ibu bisa mencampur gandum utuh dengan beras merah, menjadi seperti nasi cokelat, yang mampu memberikan ibu kalori untuk memproduksi ASI yang berkualitas tinggi.
  1. Protein
Ibu yang menyusui juga perlu mengonsumsi makanan yang tinggi akan protein karena zat gizi ini penting untuk membangun dan memperbaiki berbagai jaringan dalam tubuh. Protein berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil di awal-awal masa kehidupannya. Selain itu, protein juga bermanfaat untuk membantu pemulihan tubuh ibu setelah menjalani kehamilan dan persalinan.  
Sumber makanan berprotein:
Kebutuhan protein yang diperlukan ibu menyusui adalah sebanyak 76-77 gram per hari. Ibu bisa mendapatkan nutrisi ini dari mengonsumsi bahan makanan hewani maupun nabati, seperti daging sapi, daging ayam, telur, tempe, tahu, edamame, seafood, dan sebagainya.
  1. Asam Lemak
Sumber utama kalori bayi berasal dari lemak. Selain sebagai sumber energi, lemak juga bermanfaat untuk membangun jaringan otak Si Kecil. Tubuh ibu sendiri pun juga membutuhkan lemak. Tapi, ibu sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh, dan batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh atau lemak trans.
  1. Sumber Makanan Asam Lemak:
Selama menyusui, ibu wajib mengonsumsi makanan tinggi asam lemak seperti ikan salmon, ikan kembung, kacang-kacangan, daging sapi, dan lain-lain.
  1. Vitamin dan Mineral
Ibu yang menyusui juga perlu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral lebih banyak daripada biasanya, demi kebaikan ibu dan janin. Berikut jenis vitamin dan mineral yang penting untuk pertumbuhan bayi:
  • Vitamin C. Nutrisi ini berperan penting dalam pertumbuhan bayi dan perbaikan jaringan dalam tubuh ibu setelah melahirkan. Untuk bayi, vitamin C dapat membantu pertumbuhan tulang, gigi, dan produksi kolagen.
Bisa didapat dari: jeruk, mangga, nanas, pepaya, stroberi, dan buah-buahan berwarna cerah.
  • Vitamin E. Manfaatnya vitamin E untuk ibu adalah membantu mencegah ibu mengalami anemia setelah melahirkan. Sedangkan untuk Si Kecil, kandungan antioksidan yang tinggi dalam vitamin E dapat melindungi mata dan paru-paru bayi dari berbagai masalah karena kekurangan oksigen.
Bisa didapat dari: kacang almond, bayam, asparagus, dan alpukat.
  • Kalsium & Zat besi. Si Kecil memerlukan kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi. Sementara zat besi berfungsi untuk membentuk sel darah merah, sehingga membantu mencegah ibu mengalami anemia setelah melahirkan.
Bisa didapat dari: kuning telur, ikan, kepiting, kerang, udang, bayam, dan brokoli.

Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.



Sumber : https://www.halodoc.com/blog/nutrisi-yang-diperlukan-ibu-menyusui

Rabu, 14 Maret 2018

Dismenorea

Nyeri Haid
Rasa sakit saat menstruasi (dismenorea) adalah hal biasa yang pernah dirasakan tiap wanita. Dismenorea yang biasanya terjadi sebelum dan pada saat menstruasi ini umumnya berupa nyeri atau kram di perut bagian bawah yang terus berlangsung dan terkadang menyebar hingga ke punggung bawah serta paha. Rasa nyeri tersebut juga bisa disertai sakit kepala, mual, dan diare.
Obat pereda sakit dapat digunakan untuk mengatasi dismenorea. Tetapi hubungilah dokter jika Anda mengalami nyeri menstruasi yang tidak tertahankan atau bertambah parah untuk memastikan bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh penyakit tertentu, terutama jika Anda berusia di atas 25 tahun.



Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Sumber: http://www.alodokter.com/menstruasi






Arsip Blog

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tanda dan Gejala Depresi Postpartum

 

© 2018 Kesehatan Wanita. All rights resevered. Designed by Moeslim

Back To Top