Kamis, 15 Maret 2018

MasA Nifas Normal

Maret 15, 2018


MASA NIFAS NORMAL

A. Pengertian

Periode post partum ( puerperium ) atau juga sering disebut masa nifas adalah masa sejak ibu melahirkan bayi ( bayi lahir ) sampai 6 minggu ( 42 hari ) kemudian. Kadang juga disebut masa trimester IV ( Piliteri, 1998 ).

B. Implikasi Keperawatan

Pada masa nifas terjadi perubahan dalam hal fisik dan psikologis ibu berkaitan dengan perubahan kondisi dari hamil, melahirkan dan adanya bayi yang baru sebagai anggota keluarga. Kondisi akan sangat kompleks bila terjadi perubahan yang tidak diinginkan, misalnya tindakan bantuan pertolongan persalinan dengan alat, operasi, kematian/kecacatan bayi, kelahiran anak pertama, kelahiran yang tidak diinginkan dsb. Kondisi ini menuntut peran perawat yang komprehensif untuk membantu dan menfasilitasi adaptasi ibu pada masa nifas, proses pengembalian fungsi (involusi uterus dan vagina, serta organ reproduksi lain) secara retrogresif sekaligus perawatan bayi secara menyeluruh. Jadi dalam masa nifas ada dua aspek yang harus diperhatikan perawat yaitu ibu (keluarga) dan bayi.
C. Perubahan Fisiologis
Selama masa nifas ibu akan mengalami beberapa perubahan dalam tubuhnya sebagai berikut ;
  1. Rahim : secara berangsur-angsur menjadi kecil sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil
  2. Luka-luka pada jalan lahir akan sembuh dalam 6-7 hari bila tidak disertai infeksi
  3. Rasa mules yang disebabkan oleh kontraksi rahim,biasanya berlangsung 2-3 hari setelah persalinan
  1. Keluarnya cairan yang berasal dari jalan lahir
Pada 2 hari setelah persalinan akan keluar cairan yang berupa darah segar yang berwarna merah dan sisa air ketuban (lochea rubra). Pada hari ke 3-7 cairan akan berwarna merah kekuningan (lochea serosa) berisi darah dan lendir. Pada hari ke 7-14 cairan akan berwarna kuning dan tidak ada darah lagi. Setelah 2 minggu cairan berwarna bening. Apabila selama masa tersebut dijumpai cairan nanah berbau busuk berarti terjadi infeksi.
  1. Ibu memulai tugas baru yaitu menyususi bayi
6.Ibu mulai menstruasi kembali.

D. Komplikasi Masa Nifas

  1. Perdarahan
  2. Infeksi
  3. Gangguan psikologis : depresi
  4. Gangguan involusi uterus

E. Penatalaksanaan

Pada post partum normal dengan bayi normal tidak ada penatalaksanaan khusus. Pemberian obat obatan hanya diberikan pada ibu yang melahirkan dengan penyulit, terutama pada ibu anemia dan resiko infeksi dengan pemberian anti biotic dan obat-obat roboransia seperti suplemen vitamin, demikian juga pada bayi obat-obatan biasanya diberikan untuk tindakan profolatif, misalnya vit K untuk mencegah perdarahan, antibiotik untuk mencegah infeksi.

F. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa Keperawatan pada postpartum tergantung kondisi ibu saat itu dan hal ini berkaitan dengan fase dimana ibu berada. Kemungkinan diagnosa keperawatannya adalah sbb :
1. Risiko terjadi kekurangan cairan sehubungan dengan kehilangan darah.
2. Perubahan pola eliminasi urin sehubungan dengan nyeri perineum / trauma saluran kemih.
3. Perubahan eliminasi BAB: Konstipasi sehubungan dengan kurangnya mobilisasi / Diet yang tidak seimbang/ trauma persalinan.
4. Nyeri Akut sehubungan dengan peregangan perineum/luka episiotomi/Involusi uteri/hemoroid/pembengkakan payudara.
5. Risiko infeksi berhubungan dengan trauma jalan lahir
6. Harga diri rendah sehubungan dengan belum pengalaman dalam persalinan dan merawat bayi.
7. Risiko perubahan parenting sehubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang cara merawat bayi.
8. Menyusui tidak efektif sehubungan dengan kurang pengetahuan tentang perawatan payudara/ cara menyusui.
Perawat juga harus selalu memonitor adanya komplikasi seperti :
Ø Perdarahan postpartum
Ø Gangguan mood
Ø Infeksi postpartum
Dan komplikasi lain yang membutuhkan kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya.
G. PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI
Kebutuhan klien tergantung pada kebutuhannya, perawat dalam membuat perencanaan tergantung pada :
Ø Kondisi ibu dan bayi
Ø Antisipasi lamanya perawatan ibu dan bayi
Ø Kemungkinan ayah terlibat dalam perawatan dan pendidikan kesehatan.
Tujuan dari perawatan ibu postpartum antara lain :
1.   Ibu Bebas dari infeksi
2.   Ibu Menunjukkan fungsi eliminasi (BAB dan BAK) yang normal
3.   Ibu Mendapat istirahat yang cukup
4.   Ungkapan verbal tentang kenyamanannya yang terpenuhi, bebas dari injury
5.  Menunjukkan involusi yang normal dan perubahan pengeluaran lochea tanpa perdarahan.
6.    Dapat mengungkapkan perasaannya tentang pengalaman persalinannya.
7.      Mampu menyusui dengan benar
8.      Menunjukkan kemampuan dalam merawat bayi dan dirinya sendiri.
Implementasi meliputi monitor dan perawatan secara langsung, seperti :
1.      Monitor tanda-tanda vital
2.      Monitor dan meningkatkan tonus uterus secara optimal
3.      Monitor pengeluaran lochea
4.      Monitor ekstremitas dari thrombophlebitis
5.      Meningkatkan pemulihan fungsi-fungsi tubuh, yaitu fungsi kandung kemih, gastrointestinal.
6.      Meningkatkan istirahat dan kenyamanan
7.      Memberikan perawatan perineum dan rektum
8.      Meningkatkan perawatan payudara
9.      Meningkatkan adaptasi psikologis
10.  Meningkatkan kemampuan sebagai orang tua
11.  Meningkatkan adaptasi keluarga.

H. Tujuan Perawatan Masa Nifas

1. Menjaga ibu dan bayinya baik fisik maupun psikologis
2. Melaksanakan skrinning yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
4. Memberikan pelayanan KB.

I. Program Perencanaan dan Pelaksanaan


Kjgn
Waktu
Tujuan
1 6-8 jam post partum § Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
§ Mendetaksi dan merawat penyebab lain perdarahan, Rujuk bila perdarahan berlanjut.
§ Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan karena atonia uteri.
§ Pemberian ASI awal
§ Membina hubungan antara ibu dan bayinya.
§ Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia.
2 6 hari post partum · Memastikan involusi uteri berjalan normal: uterus berkontraksi, fundus di bawah pusat, tak ada perdarahan abnormal, tak ada bau.
· Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal.
· Memastikan ibu mendapatkan makanan, cairan dan cukup istirahat.
· Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit.
· Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari.
3 2 minggu post partum Sama seperti di atas ( 6 hari post partum)
4 6 minggu post partum Ø Menanyakan kepada ibu tentang penyulit-penyulit yang dialami pada ibu maupun pada bayinya.
Ø Menberikan konseling untuk KB

J. Tindakan Pada Ibu Nifas Normal

TINDAKAN DISKRIPSI DAN KETERANGAN
1. Kebersihan diri · Anjurkan kebersihan seluruh tubuh. Menganjurkan ibu tentang bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air.
· Sarabkan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya 2 kali dalam sehari.
· Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya.
· Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu menghindari menyentuh daerah luka.
2. Istirahat · Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan berlebihan
· Sarankan untuk kembali kegiatan-kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan, serta tidur siang atau beristirahat saat bayinya tidur
· Apabila kurang istirahat dapat mempengaruhi: Jumlah produksi ASI, memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan, menyebabkan depresi dan ketidakmampuan merawat bayi dan dirinya.
3. Latihan · Diskusikan tentang pentingnya latihan beberapa menit setiap hari akan sangat membantu. Dengan tidur terlentang lengan di samping, menarik otot perut selagi menarik napas, tahan napas ke dalam dan angkat dagu ke dada tahan satu hitungan sampai 5, rileks dan ulangi sampai 10 kali.
· Untuk memperkuat tonus otot vagina dengan latihan Kegel.
· Berdiri dengan tungkai dirapatkan, kencangkan otot-otot pantat dan pinggul tahan sampai hitungan 5, kendurkan dan ulangi latihan sebanyak 5 kali.
4. Gizi · Ibu menyusui harus:
· Mengkonsumsi tambahan kalori tiap hari
· Diit berimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vit yang cukup.
· Minum sedikitnya 3 liter / hari
· Tablet zat besi setidaknya selama 40 hari post partum
· Kapsul vitamin A (200.000 Ui) agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI.
5.Perawatan Payudara · Menjaga payudara tetap bersih dan kering
· Memakai BH yang benar-benar menyokong buah dada, tidak boleh terlalu ketat atau kendor.
· Apabila putting susu lecet oleskan colostrom atau ASI yang keluar pada sekitar putting susu setiap kali menyusui.
· Apabila lecet lebih parah dapat diistirahatkan selama 24 jam. ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan memakai sendok.
· Untuk menghilangkan nyeri minum Paracetamol 1 tablet setiap 4 – 6 jam.
· Apabila payudara bengkak lakukan:
ü Kompres payudara dengan kain basah dan hangat kira-kira 5 menit
ü Urut payudara ( seperti Breast Care).
ü Keluarkan ASI sebagian di bagian depan payudara.
ü Susukan bayi setiap 2 – 3 jam sekali
ü Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui.
ü Payudara dikeringkan.
6. Hubungan perkawinan atau Rumah Tangga § Secara fisik aman untuk melakukan hubungan seksual begitu darah merah berhenti dan ibu dapat menilai dengan memasukkan 1 – 2 jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri.
§ Tetapi ada tradisi dan aturan agama tertentu baru boleh melakukan hubungan seksual setelah 40 hari.
7. Keluarga Berencana · KB dilakukan sebelum haid pertama setelah persalinan. Penjelasan tentang KB adalah sebagai berikut:
· Bagaimana metode KB dapat mencegah kehamilan dan efektifitasnya.
· Kelebihan dan keuntungan KB
· Efek samping
· Bagaimana memakai metode yang benar
· Kapan metode itu dapat dimulai dipakai untuk wanita post partum.

K. Tindakan Pada Bayi Persalinan Normal

TINDAKAN DISKRIPSI DAN KETERANGAN
1.Kebersihan Ø Basuh bayi dengan kain/ busa setiap hari
Ø Bayi yang baru lahir tidak boleh dimandikan sepenuhnya sampai tali pusatnya kering dan pangkalnya telah sembuh.
Ø Setiap kali bayi BAB atau BAK bersihkan bagian perianal dengan air dan sabun serta kering dengan baik.
2.Menyusui Ø Menyusui dilakukan dalam 2 jam pertama
Ø Bayi disusui ASI selama 4 bulan.
Ø ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi.
3.Tidur Baringkan bayi ke samping atau terlentang ( jangan pakai bantal).
4.Ujung Tali Pusat Ø Ujung talu pusat dijaga bersih dan kering.
Ø Mencuci sekitar tali pusat setiap hari
Ø Mengompres alkohol 70% 1-2 kali sehari.
Ø Bila telah pulang di rumah, anjurkan agar ibu melaporkan ke petugas kesehatan bila tali pusat berbau, ada kemerahan di sekitarnya atau mengeluarkan cairan.
5.Imunisasi Dalam waktu 1 minggu pertama berikan imunisasi BCG, vaksin Polio oral dan Hepatitis B.

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, L.J. 2000. Nursing Diagnosis : Application to Clinical Practice.Edisi VIII, Philadelphia, Lippincot Company, USA
Mahlmeister.L.R. dan Katharyn A.M. 1990. Comprehensive Maternity Nursing : Nursing Process and the Childbearing Family. Edisi II, Philadelphia, Lippincot Company.
Piliteri, A.1998. Maternal and Child Health Nursing : care of Childbearing and childbearing Family, Edisi III, Philadelphia, Lippincot Company, USA.
Doenges, M.E. dan Moorhouse, M.F. 2001. Rencana Perawatan Maternal/Bayi : Pedoman untuk Perencanaan dan Dokumentasi Perawatan Klien, Edisi II, EGC, Jakarta.
Gordon et.al,2001,Nursing Diagnoses : Definition and Clasification 2001-2002,Philadelphia,USA.
Mochtar Rustam,1998,Sinopsis Obstetri fisiologi dan Obstetri Patologi,Penerbit EGC,Jakarta.

Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.
Sumber : http://askepayaniyogyakarta.blogspot.co.id/2015/11/masa-nifas-normal.html

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

1 komentar:

 

© 2018 Kesehatan Wanita. All rights resevered. Designed by Moeslim

Back To Top